YOGYAKARTA — Saka Bhayangkara Cabang Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan Orientasi Dasar (ORDAS) tahun 2025 sebagai bagian dari penerimaan tamu saka baru.
ORDAS 2025 kali ini diikuti oleh 53 orang peserta penegak dari berbagai pangkalan yang tersebar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Angka ini menunjukkan antusiasme peserta didik penegak untuk mengembangkan minat kepramukaan di luar gugusdepan salah satunya melalui satuan karya.
ORDAS 2025 dibuka secara resmi oleh Kak Anugrahesa Tegar Jiwa Arafat selaku pembina upacara mewakili Pimpinan Saka Bhayangkara Cabang Kota Yogyakarta
Kegiatan dimulai dengan acara inti berupa penyampaian materi Sejarah Saka Bhayangkara oleh Kak Hasna Maria yang merupakan Ketua Dewan Saka Putri demisioner.
Materi Dilanjutkan dengan teori pencegahan kebakaran oleh Kak Diyon Saputro selaku Instruktur. Setelah materi pencegahan kebakaran, disampaikan pula materi keselamatan berlalu lintas oleh Satlantas Polresta Yogyakarta. Peserta ORDAS 2025 diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dalam berkendara.
Ada yang spesial pada ORDAS 2025 ini, karena ada materi yang jarang ditemui pada kegiatan lain dan paling ditunggu yakni pengenalan TPTKP dasar oleh Aiptu Kunto Adi Wibowo, S.H. dari INAFIS Polresta Yogyakarta yang memberikan pengetahuan dasar terkait peran Pramuka ketika menemukan korban/barang bukti dari hasil kejadian.
Terakhir, disampaikan materi Tibmas terkait bahaya klitih dan cyberbullying yang marak terjadi di kalangan pelajar usia SMA oleh Kak Dicko Nur Putra selaku Instruktur. Setelah seluruh penyampaian materi selesai, peserta diminta mengerjakan kuis post-test untuk mengukur pemahaman terkait materi hari ini.
Rangkaian ORDAS 2025 Saka Bhayangkara Kota Yogyakarta hari ini ditutup oleh Kak Gavriel Hagai Paulus Sumlang yang bertindak sebagai Pembina upacara.
Dalam amanatnya, Kak Gavriel berpesan kepada seluruh peserta Orientasi Dasar 2025 untuk selalu konsisten dalam berproses di dalam Saka Bhayangkara ke depannya. Diharapkan apa yang peserta dapatkan di dalam satuan karya bermanfaat sebagai bekal dalam kehidupan di masyarakat nanti.



























