YOGYAKARTA — Pramuka Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan upacara adat pelepasan Duta Racana untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 yang akan diselenggarakan pada 4–7 Juli 2025 di Kampung Pramuka Sokorojo, Kulon Progo.
Dua anggota Racana yang ditugaskan sebagai duta dalam kegiatan ini adalah Kak Virendra Fikri Attabiq, D dari Racana Gadjah Mada dan Kak Diana Amelia Sofi, CD dari Racana Tribhuwanatunggadewi.
Upacara berlangsung secara khidmat dalam balutan adat Racana pada Selasa, 1 Juli 2025. Prosesi dipimpin oleh Pemangku Adat, yang mengatur jalannya upacara dari awal hingga akhir.
Dalam prosesi pelepasan, Kak Ika Prasetya Dwiantoro (Iped), didampingi Kak Koswala selaku Pembina Satuan, menyerahkan kompas adat kepada Duta Racana Gadjah Mada dan cermin adat kepada Duta Racana Tribhuwanatunggadewi.
Kompas adat merupakan lambang arah dan keteguhan langkah—mewakili semangat Racana Gadjah Mada untuk selalu mantap dalam menjalankan pengabdian.
Sedangkan cermin adat menjadi simbol refleksi diri, kepekaan, dan kebijaksanaan—menjadi ciri khas Racana Tribhuwanatunggadewi dalam membawa nilai-nilai kelembutan dan kehati-hatian dalam bertindak.
Kak Iped berpesan agar membawa tanda tersebut, bukan hanya sebagai simbol, namun sebagai pengingat. Kompas merupakan arah untuk melangkah dalam pengabdian yang teguh, dan cermin adalah ruang untuk terus mengevaluasi diri.
“Berangkatlah dengan semangat, dan kembalilah dalam keadaan utuh. Utuh raganya, utuh jiwanya, utuh baktinya,” pesan Kak Iped dalam amanatnya.
Upacara diakhiri dengan lingkaran bakti, sebuah tradisi khas Racana, di mana anggota menyampaikan pesan, harapan, dan doa kepada duta yang akan berangkat.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, lingkaran ini menjadi simbol kuatnya ikatan dan dukungan yang menyertai para duta dalam menjalankan amanah pengabdian.



























