KOTA DEPOK — Bertempat di Aula Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat, 7 Maret 2025 telah dibuka secara resmi Training of Trainer (ToT) Dialogue for Peace 2025.
Kegiatan tingkat nasional yang merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Pramuka sebagai agen perdamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Nasional, Kak Budi Waseso dan akan berlangung hingga Senin, 10 Maret 2025.
Dalam sambutannya, Kak Budi Waseso menyampaikan 4 prinsip utama yang harus dipegang oleh setiap anggota pramuka khususnya dalam program Dialogue For Peace ini.
Yaitu, Mendengar dengan empati dan memahami perspektif orang lain dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara; Menghargai keberagaman dan menciptakan ruang inklusif untuk semua suku, adat, ras dan agama.
Kemudian Mampu mengungkapkan gagasan dengan cara yang membangun, bukan memicu konflik; serta Selalu menjadi anggota Pramuka yang membawa nilai-nilai perdamaian di lingkungannya.
Ia menyebutkan bahwa Program Dialogue For Peace merupakan bagian dari inisiatif World Organization of the Scout Movement (WOSM) yang bertujuan untuk membekali anggota Pramuka dengan keterampilan berdialog secara konstruktif, memperkuat semangat toleransi, serta menjadi duta perdamaian.

“Para peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi fasilitator dialog yang efektif di daerah masing-masing, menciptakan lingkungan yang toleran, harmonis, dan damai,” ujarnya.
Menurutnya, Konsep Dialogue for Peace memberikan pemahaman bahwa dialog bukan hanya sekadar berbicara, tetapi mendengarkan dengan empati, memahami dengan hati, dan merajut harmoni dalam perbedaan.
Ini adalah nilai yang selaras dengan konsensus kebangsaan kita, Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Kak Budi Waseso menegaskan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen Gerakan Pramuka dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI di tengah tantangan keberagaman yang semakin kompleks pada era digital.
“Dengan semboyan “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia”, Gerakan Pramuka terus berupaya menjadi garda terdepan dalam membangun perdamaian dan toleransi di masyarakat,” imbuhnya.
Diketahui bahwa kegiatan ini merupakan sinergi antara Bidang Kerjasama Luar Negeri Kwarnas dengan World Organization of the Scout Movement (WOSM), Temasek Foundation, dan King Abdullah bin Abdul Aziz Center for Inter Religious Dialogue berbentuk hibah sejumlah USD 20.000 di awal program.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pimpinan Kwarnas, Andalan Nasional, Kepala da Wakil Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Nasional, perwakilan WOSM, dan sejumlah undangan terkait. (cst)



























