YOGYAKARTA – Pada Rabu, 21 Januari 2026, keluarga besar Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul untuk menggelar Upacara Penghormatan bagi Kakak Dra. Theresia Dharmayanti yang telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Upacara dimulai pada pukul 10.20 WIB di Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta (PUKJ), Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan suasana penuh rasa hormat dan duka. Acara dipimpin oleh Pembina Upacara drh. Sri Budoyo (Sekretaris Kwarda DIY), mewakili jajaran kepanduan DIY yang turut berduka atas kehilangan tokoh pembina yang berdedikasi dalam pembinaan anggota muda dan kualitas sumber daya Pramuka di DIY.
Kakak Dra. Theresia Dharmayanti, akrab dipanggil Kak Yanti, adalah sosok Pembina Pramuka yang selama ini dikenal luas di lingkungan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY. Beliau pernah menduduki jabatan sebagai Andalan Daerah Urusan Pembinaan Anggota Muda, Kompetisi, dan Daya Saing, berperan besar dalam berbagai kegiatan pengembangan anggota muda dan kompetisi kepramukaan.
Sebagai bagian dari kepengurusan Kwarda DIY Masa Bakti 2020–2025, peran Kak Yanti sangat terlihat dalam berbagai kegiatan pembinaan, termasuk di antaranya workshop, peta kecakapan kaum muda, serta program inklusif untuk kompetensi Pramuka Istimewa.

Dalam sambutannya, Pembina Upacara menyampaikan pesan mendalam dan penuh haru;
“Pramuka merasakan kehilangan panutan terbaik yang konsisten mendampingi adik-adik peserta didik walau sedang sakit hingga saat terakhirnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah Tuhan. Selamat jalan Kak Yanti, semoga kami bisa meneruskan perjuangan Kak Yanti.”
Dalam sesi pembacaan riwayat hidup, Kak E. Pramusinto, S.Sos. (Kak Sinto) mengenang kiprah Kak Yanti, bukan hanya sebagai pembina, tetapi juga sebagai inspirator generasi muda yang selalu menebarkan semangat kepramukaan di tengah tantangan pembelajaran dan aktivitas lainnya. Kehadirannya di banyak kegiatan menjadi sumber motivasi, bahkan ketika kesehatan beliau menurun hingga akhir hayatnya.

Upacara penghormatan juga menjadi wadah refleksi bagi seluruh insan Pramuka DIY untuk memperkuat semangat pembinaan, pengabdian, dan keteladanan bagi peserta didik di seluruh penjuru DIY. Semoga jasa dan dedikasi Kak Yanti terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi Pramuka yang kini dan nanti. Selamat jalan Kak Yanti. Gone Home. (Kak Tutut/LA)



























