YOGYAKARTA — Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kearifan Lokal Kak Prof. Hj. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D. menyampaikan sambutan waktu Pembukaan Lomba Menggambar dan Mewarnai di SD Budi Utama, Minggi, 21 Juli 2024.
Lomba Menggambar dan Mewarnai ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional bekerjasama dengan JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) untuk penggalangan dana membantu penderita kanker.
Mewakili Ketua Kwarda DIY Kak GKR Mangkubumi, Kak Warsih menegaskan bahwa Hari Anak Nasional memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan kita, karena terkait dengan hakikat anak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam perspektif yang berbeda.
“Dari perspektif religius, utamanya Islam, anak adalah amanah dari Sang Pencipta, Allah SWT, kepada orang tuanya untuk dididik, diajar, dan dilatih agar tumbuh kembang menjadi ahli ibadah dan manusia yang mampu berkontribusi untuk kemakmuran bumi bagi seluruh umat ciptaan-Nya,” ujar Kak Warsih.
Menurutnya, dari perspektif masyarakat, anak diharapkan dapat meneruskan keberlangsungan keberadaan keluarga bersama cita-citanya. Sementara dari perspektif kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah generasi penerus dalam membangun bangsa dan negara.

“Oleh sebab itu, setiap anak diharapkan dapat tumbuh kembang dengan baik sehingga kelak mereka dapat menjalankan kewajibannya dan mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Kak Warsih menyampaikan bahwa kita sering mengamati bahwa anak tidak selalu dapat menikmati hak-haknya karena berbagai hal. Dengan semua peran anak tersebut, tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Anak terlindungi, Indonesia Maju” menyiratkan pesan yang sangat kuat tentang pentingnya peran anak dalam pembangunan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan wilayah DIY, di bawah kepemimpinan Kak Siti Haida Hutagaol, yang telah merancang dan melaksanakan kegiatan Hari Anak Nasional dengan sedikitnya dua kelompok.
Kelompok pertama dan utama adalah anak-anak TK dan SD, yang diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam Lomba Menggambar dan Mewarnai dengan tema “Melukis dan Mewarnai Masa Depan Cerahku.”
Kelompok kedua adalah kelompok orang tua, yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dari talk show bertajuk “Psikologi Pendidikan Anak dan Pendekatan Hukum terhadap Anak.”
Terkait dengan keterlibatan dua kelompok ini, ada satu kegiatan yang pantas mendapatkan apresiasi, yaitu penggalangan dana untuk meringankan beban masyarakat, khususnya bagi anak-anak penderita kanker.
“Ini merupakan langkah nyata dalam rangka mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan anak dan mengatasi masalah kesehatan mereka,” lanjut Kak Warsih.
Kak Warsih juga berharap, dalam kegiatan lomba hari ini juga dikenalkan dengan kegiatan kepramukaan, sehingga kelak mereka akan tertarik untuk menjadi Pramuka. Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter menanti generasi muda untuk bergabung.
Menutup sambutannya, Kak Warsih mengucapkan selamat berlomba, semoga bersemangat untuk menghasilkan karya terbaik. Kepada para orang tua, Kak Warsih mengucapkan selamat mengikuti talk show untuk mendapatkan pengetahuan yang sangat berguna untuk melaksanakan pendidikan bagi anak-anaknya.
“Dan tidak kalah pentingnya, saya juga mengucapkan selamat menghimpun dana sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi langkah kita dalam membina generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (cst)



























