KULON PROGO — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo Kak Arif Prastowo bersama jajaran pimpinan kwarcab dan Dewan Kerja Cabang menerima audiensi Dewan Kerja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DKD DIY) pada Rabu, 9 April 2025.
Bertempat di Gubug Pramuka Kulon Progo, audiensi tersebut membahas tentang persiapan Perkemahan Wirakarya Daerah tahun 2025 yang akan digelar pada awal Juli 2025 mendatang.
Sebagaimana disampaikan oleh DKD DIY, Perkemahan Wirakarya Daerah tahun 2025 akan dilaksanakan di Kampung Pramuka Sokorojo, Kulon Progo.

Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (PWDIY 2025) mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta, serta slogan Gumregah, akronim dari Guyub, Makarya, Greget, Sumringah.
Pihak Kwarcab Kulon Progo menyambut baik penentuan lokasi kegiatan PDWIY 2025 di Kulon Progo. Kampung Pramuka Sokorojo dipilih karena lokasi tersebut masih perlu dikembangkan.
Setidaknya ada dua kesepakatan dalam audiensi tersebut. Yang pertama bahwa kegiatan tersebut akan melibatkan langsung masyarakat setempat. Kemudian yang kedua adalah capaian kegiatan harus dapat berdampak kepada kampung pramuka dan masyarakat pada umumnya, dan bersifat berkelanjutan.
Hal tersebur sesuai dengan prinsip dasar Perkemahan Wirakarya yaitu community development, dari, oleh Pramuka dan untuk masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait mobilisasi sangga kerja dari Pramuka Penegak dan Pandega di wilayah Kwarcab Kulon Progo dengan prosentase yang lebih besar dengan juga melibatkan unsur pemuda dan masyarakat Sukorojo.
Termasuk dibahas perlunya dilakukan kegiatan pra PWDIY 2025 untuk mempersiapkan pelaksanaan yang lebih terukur serta sesuai sasaran. Adapun hasil dari pertemuan tersebut dijadikan bahan untuk audiensi ke Bupati Kulon Progo.
Sebagaimana diketahui bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan salah satu kegiatan yang didasari oleh gagasan dari Kak Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Gagasan itu disampaikan pula saat kongres Kepanduan tingkat Dunia yang diselenggarakan di Tokyo pada 1971.
Kak Sultan HB IX menyebutkan gagasan tentang The Trends in Scouting, bahwa pramuka tidak hanya dididik menjadi warga negara yang baik, tetapi juga menjadi manusia pembangun yang baik.
Dijelaskan oleh Kak Sultan HB IX bahwasanya dalam Perkemahan Wirakarya tersebut, pramuka melakukan pembangungan di pedesaan untuk membantu masyarakat, sebagai perwujudan Dasa Darma pramuka yaitu menolong sesama hidup.(cst)



























